Tahun Baru 2016 di Baitullah

Mari kita sama-sama melewati Indahnya Maulid Nabi SAW di Masjid Nabawi dan  keberkahan pergantian tahun bertafakur, bermunajat penuh cinta kepada Allah SWT di Tanah Suci Nya - Baitullah, Insya Allah penuh dengan keberkahan....‎

Labaikallohumma labbaik.....
UMROH REGULER  9-HARI DI BULAN DESEMBER 2015 Penuh Berkah bersama Arminareka Perdana via JAKARTA
(JAKARTA-JEDAH:JEDAH-JAKARTA )

Tanggal Keberangkatan
28 Desember 2015 (325 Seat)

Bersama : 
Group Dinna Mauliana, Anto WP, Ira Tiara dan Para Leader2 PenSyi'ar Baitullah yg Siap Melayani Dgn Hati

Harga Paket sbb (harga sewaktu2 bisa berubah) :
2350 USD / 1 Kamar ber 4 
2400 USD / 1 Kamar ber 3
2450 USD / 1 Kamar ber 2

Biaya Airport Tax & Handling Rp. 1,000,000
Biaya muhrim 150rb-350rb bagi jamaah wanita usia dibawah 45thn yg umroh tanpa didampingi muhrimnya.

Biaya sudah termasuk : 
1. Tiket pesawat Jakarta - Jeddah PP
2. Akomodasi Jeddah, Madinah, Mekkah
3. Ziarah trnsportasi lokal dg bus AC
4. Makan 3x sehari menu Indonesia
5. Muthawif/ Guide, Air Zam2 @ 5 liter
6. Visa Umroh

Biaya diatas belum termasuk :
1. Tiket PP dari daerah ke Jakarta 
2. Kartu Kuning ,Suntik Maningitis 
3. Paspor dgn 3 suku kata (48 Halaman)

Segera Daftarkan diri Anda
Setoran DP Umroh 3,500,000 dan Booking Seat $300 + 1Juta (Airportax & handling)
atau 
Langsung bayar lunas  disetor lgsg ke salah satu rekening bank di bawah ini:

Atas Nama : Arminareka Perdana
BCA : 751.0172.820
Mandiri : 156.000140.8550
BSM : 0690038383
BNI: 01477752748
BRI : 0528.01.000088.30.3 
Muamalat : 3110014597

Bukti Pembayaran Email ke : 
awp2716@gmail.com

*Konfirmasikan bukti pembayaran dan Dokumen Silahkan hubungi :
Ira Tiara
Phone : 0812 20472 006
WA : 0812 2345 7203
BBM : 28BC9D5A

N.B: YUK SEGERA DAFTAR,JANGAN SAMPAI KEHABISAN SEATNYA YA...
DARI 400 SEAT YG TERSEDIA KINI TINGGAL 80 SEAT LAGI.





0 komentar

فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً
Umrah di bulan Ramadhan pahalanya seperti ibadah haji
dalam riwayat lain disebutkan,
حَجَّةً مَعِي
(pahalanya seperti) haji bersamaku
Maka keutamaan Umrah di bulan Ramadhan terlihat jelas dari perkataan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu ketika beliau mengatakan, “pahalanya seperti haji”. Berdasarkan hadits tersebut para ulama berkesimpulan bahwa pahala umrah Ramadhan sama seperti haji, bagi semua yang berumrah di bulan Ramadhan.
Namun sebagian ulama berpendapat bahwa hadits ini khusus untuk wanita yang menjadi sebab datangnya hadits ini. Ketika Rasulullah bertanya kepadanya, “Kenapa engkau tak berhaji bersamaku?” yang kemudian dijawab karena kurangnya fasilitas, sehingga suaminya bisa berhaji bersama Rasulullah, sedangkan wanita ini tetap tinggal di rumahnya untuk mengurusi urusan rumah tangganya.
Maka kemudian Rasulullah berkata kepadanya, “Apabila nanti datang bulan Ramadhan, maka berumrahlah, karena umrah di bulan Ramadhan pahalanya sama seperti ibadah haji”.
Sebagian ulama berpendapat bahwa keutamaan ini khusus untuk wanita ini saja. Di antaranya perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dapat dipahami dari perkataan beliau bahwa ini hanya khusus untuk wanita ini. Akan tetapi pendapat sebagian besar para ulama dan para ahli hadits bahwa keutamaan itu bukan hanya khusus untuk wanita tersebut akan tetapi untuk semua orang yang berumrah pada bulan Ramadhan.
Oleh karenanya Imam Bukhari menempatkan hadits ini pada ‘Bab: Umrah Di Bulan Ramadhan‘. Adapun Imam Muslim menempatkannya pada ‘Bab: Keutamaan Umrah Di Bulan Ramadhan’. Penempatan bab yang diberikan oleh Imam Bukhari menunjukkan penjelasan beliau mengenai hal itu, demikian juga penempatan bab oleh Imam Muslim. Sehingga, para ulama dari kalangan ahli hadits dan ahli fikih secara umum menyebutkan bahwa keutamaan umrah di bulan Ramadhan ini berlaku untuk semua yang berumrah, bukan hanya khusus untuk wanita yang disebutkan dalam hadits.
Ini yang terkait dengan umrah di bulan Ramadhan dan keutamaannya. Pertama, apakah ada keutamannya? Ya, pahalanya seperti ibadah haji. Kedua apakah itu umum atau khusus untuk orang tertentu? Maka itu umum untuk semua yang berumrah, dalilnya adalah keumuman sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa umrah di bulan Ramadhan pahalanya sama seperti ibadah haji.
Adapun perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah adalah dalam rangka menjelaskan kesalahan sebagian orang yang umrah berulang-ulang, masuk Mekkah kemudian keluar lagi kemudian masuk lagi dan seterusnya, sehingga umrah-umrah berulang tidak termasuk dalam sabda Nabi “pahalanya sama seperti ibadah haji”.
Kemudian yang perlu diperhatikan juga adalah bahwa perkara ini adalah masalah pahalanya. Kalau ada yang bertanya, “bagaimana mungkin sama seperti haji? Padahal amalan yang dilakukan saat haji lebih banyak?”. Maka ini sebagaimana sabda Rasul tentang surat Al Ikhlas yang sekali membacanya sebanding dengan 1/3 al Quran, padahal hanya 4 ayat saja. Maka yang disamakan adalah pahalanya, walaupun pada ibadah haji lebih banyak aktivitasnya dan kesulitannya.
Adapun yang terkait dengan mana yang lebih utama umrah di bulan ramadhan atau umrah di bulan Dzulqa’dah. Maka yang perlu diketahui adalah tidak ada satupun penjelasan dari Nabi yang menjelaskan keutamaan umrah di bulan Dzulqa’dah . Akan tetapi yang ada adalah sebuah fakta bahwa umrah yang Nabi lakukan selalu dilaksanakan di bulan Dzulqa’dah. Oleh karena itu, ketika Allah selalu memilihkan bulan Dzulqa’dah sebagai waktu umrah Nabi, terjadi perselisihan antara para ulama mana yang lebih utama, umrah di bulan Ramadhan atau di bulan Dzulqa’dah. Karena Nabi selalu melakukan umrah di bulan Dzulqa’dah.
Jumhur ulama berpendapat bahwa keutamaan umrah di bulan Ramadhan itu lebih kuat. Adapun Umrah di bulan Dzulqa’dah, tidak ada dalil yang menjelaskan keutamaannya kecuali keutamaan menyesuaikan diri dengan perbuatan Nabi. Umrah di bulan Ramadhan ada dalil yang menyebutkan keutamaannya, tidak seperti umrah di bulan Dzulqa’dah walaupun umrah di bulan Dzulqa’dah pun adalah sebuah ibadah yang utama. Sehinga umrah dibulan Ramadhan sesuai dengan sunnah yang Rasulullah ucapkan.
Keutamaan umrah di bulan Ramadhan adalah setara pahalanya dengan pahala ibadah haji, sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun Umrah di bulan Dzul Qo’dah keutamaannya adalah mencocoki apa yang dilakukan Nabi, karena Nabi setiap berumrah selalu dilakukan di bulan Ramadhan. Akan tetapi pendapat sebagian besar ulama Fikih maupun Hadits adalah bahwa umrah di bulan Ramadhan itu lebih utama.
Satu hal yang perlu diperhatikan juga, yang mengherankan adalah apa yang dilakukan sebagian orang setelah dia mendengar pendapat salah seorang alim atau guru atau Syaikh, kemudian jika dikatakan kepadanya bahwa masalah ini ada beberapa pendapat, maka dia katakan, “Si Fulan yang berpendapat berbeda itu, begini dan begitu”. Wahai saudaraku, perkaranya luas dan bukan sebagai sarana untuk mentahdzir orang dalam masalah ini. Ibnul Qayyim rahimahullah ketika menyebutkan masalah ini, beliau mengatakan bahwa ini adalah pilihan, siapa yang memiliki ilmu yang lebih dalam tentang masalah ini, maka hendaknya dia memberi faidah kepada kami. Lihat bagaimana ulama bersikap dalam masalah khilaf seperti ini. Jangan engkau jadikan pendapat seorang Syaikh atau seorang Alim dalam masalah yang diperselisihkan seperti ini, menjadi pemisah dan pemecah belah antara manusia. Ini adalah masalah pilihan, kalau pendapat yang engkau ambil itu adalah pendapat seorang Alim, maka di sana juga ada ulama lain yang berpendapat beda. Sehingga sepatutnya kita bersikap dalam masalah seperti ini dengan baik, lembut dan tenang. Jangan sampai seseorang ta’ashub dengan pendapat yang sudah jelas ada perselisihan yang kuat di antara ulama tentang hal itu.


Meraih Ampunan Allâh Al-Ghafûr
di Bulan Ramadhân

Di antara nama Allâh Ta'âla adalah al-Ghafûr (Yang Maha Pengampun), dan di antara sifat-sifat-Nya adalah maghfirah (memberi ampunan). Sesungguhnya para hamba sangat membutuhkan ampunan Allâh Ta'âla dari dosa-dosa mereka, dan mereka rentan terjerumus dalam kubangan dosa.
Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wasallam bersabda:
hadist
Seandainya kalian tidak berbuat dosa, niscaya Allâh akan melenyapkan kalian,
dan Dia pasti akan mendatangkan suatu kaum yang berbuat dosa,
lalu mereka akan memohon ampun kepada Allâh,
lalu Dia akan mengampuni mereka.

(HR. Muslim, no. 2749)

Dosa telah ditakdirkan pada manusia dan pasti terjadi. Allâh Ta'âla telah mensyariatkan faktor-faktor penyebab dosanya, agar hatinya selalu bergantung kepada Rabbnya, selalu menganggap dirinya sarat dengan kekurangan, senantiasa berintrospeksi diri, jauh dari sifat ‘ujub (mengagumi diri sendiri), ghurûr (terperdaya dengan amalan pribadi) dan kesombongan.

Dosa-dosa banyak diampuni di bulan Ramadhân, karena bulan itu merupakan bulan rahmat, ampunan, pembebasan dari neraka, dan bulan untuk melakukan kebaikan. Bulan Ramadhân juga merupakan bulan kesabaran yang pahalanya adalah surga.
Allâh Ta'âla berfirman:
(Qs az-Zumar/39:10)
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang
dicukupkan pahala tanpa batas.

(Qs az-Zumar/39:10)

Puasa adalah perisai dan penghalang dari dosa dan kemaksiatan serta pelindung dari neraka. Dalam hadits shahîh dijelaskan:
hadist
Sesungguhnya Nabi mengucapkan amîn sebanyak tiga kali tatkala Jibril berdoa.
Para Sahabat bertanya: “Wahai Rasûlullâh! Engkau telah mengucapkan amîn”.
Beliau menjawab: “Jibril telah mendatangiku, kemudian ia berkata:
“Celakalah orang yang menjumpai Ramadhân lalu tidak diampuni”.
Maka aku menjawab: “Amîn”.
Ketika aku menaiki tangga mimbar kedua maka ia berkata:
“Celakalah orang yang disebutkan namamu di hadapannya
lalu tidak mengucapkan salawat kepadamu”.
Maka aku menjawab: “Amîn”.
Ketika aku menaiki anak tangga mimbar ketiga, ia berkata:
“Celakalah orang yang kedua orang tuanya mencapai usia tua berada di sisinya,
lalu mereka tidak memasukkannya ke dalam surga”.
Maka aku jawab: “Amîn”.
[1]

Seorang Muslim yang berusaha mendapatkan ampunan dosa, akan berbahagia dengan adanya amalan-amalan shalih agar Allâh Ta'âla menghapuskan dosa dan perbuatan jeleknya, karena kebaikan bisa menghapus kejelekan. Sebab-sebab ampunan yang disyariatkan itu di antaranya:

1. TAUHID
Inilah sebab teragung. Siapa yang tidak bertauhid, maka kehilangan ampunan dan siapa yang memilikinya maka telah memiliki sebab ampunan yang paling agung.
Allâh Ta'âla berfirman:
(Qs an-Nisâ‘/4:48)
Sesungguhnya Allâh tidak akan mengampuni dosa syirik,
dan mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu,
bagi siapa yang dikehendaki-Nya.

(Qs an-Nisâ‘/4:48)

Siapa saja yang membawa dosa sepenuh bumi bersama tauhid, maka Allâh Ta'âla akan memberikan ampunan sepenuh bumi kepadanya. Namun, hal ini berhubungan erat dengan kehendak Allâh Ta'âla. Apabila Dia Ta'ala berkehendak, akan mengampuni. Dan bisa saja, Dia Ta'ala berkehendak untuk menyiksanya. Siapa yang merealisasikan kalimatut tauhîd di hatinya, maka kalimatut tauhîd tersebut akan mengusir kecintaan dan pengagungan kepada selain Allâh Ta'âla dari hatinya. Ketika itulah dosa dan kesalahan dihapus secara keseluruhan, walaupun sebanyak buih di lautan.
‘Abdullâh bin ‘Amr radhiyallâhu'anhu meriwayatkan bahwa Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wasallam pernah bersabda:
“Sesungguhnya Allâh akan menyendirikan seorang dari umatku
(untuk dihadapkan) di depan semua makhluk pada hari Kiamat.
Lalu Allâh menghamparkan sembilan puluh sembilan lembaran (catatan amal) miliknya.
Setiap lembaran seperti sejauh mata memandang.
Kemudian Allâh berfirman:
“Apakah kamu mengingkarinya? Apakah malaikat pencatat amalan menzhalimimu”.
Maka ia pun menjawab: “Tidak wahai Rabbku”.
Lalu Allâh berfirman lagi: “Apakah kamu memiliki udzur?”
Ia menjawab: “Tidak ada wahai Rabb”.
Lalu Allâh berfirman: “(Yang benar) ada, sesungguhnya kamu memiliki kebaikan di sisi Kami,
tidak ada kezhaliman atasmu pada hari ini”.
Lalu dikeluarkan satu kartu berisi syahadatain.
Kemudian Allâh berfirman: “Masukanlah dalam timbangan!”
Ia pun berkata: “Wahai Rabbku apa gunanya kartu ini dibandingkan lembaran-lembaran itu?”
Maka Allâh berfirman: “Sungguh kamu tidak akan dizhalimi”.
Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wasallam bersabda:
“Selanjutnya lembaran-lembaran tersebut diletakkan dalam satu anak timbangan
dan kartu tersebut di anak timbangan yang lain.
Ternyata lembaran-lembaran terangkat tinggi dan kartu tersebut lebih berat.
Maka tidak ada satu pun yang lebih berat dari nama Allâh”
.[2]

Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wasallam dalam hadits Qudsi menyatakan:
hadist
Allâh berfirman:
"Wahai anak keturunan Adam, seandainya kamu membawa dosa sepenuh bumi
kemudian kamu menjumpai-Ku
dalam keadaan tidak mempersekutukan sesuatu dengan-Ku (tidak berbuat syirik)
tentu saja Aku akan membawakan untukmu sepenuh bumi ampunan.

(HR Muslim)

Ini adalah keutamaan dan kemurahan dari Allâh Ta'âla dengan pengampunan seluruh dosa yang ada pada lembaran-lembaran tersebut dengan kalimat tauhid. Karena kalimat tauhid adalah kalimat ikhlas yang menyelamatkan pemiliknya dari adzab. Allâh Ta'âla menganugerahinya surga dan menghapus dosa-dosa yang seandainya memenuhi bumi; namun hamba tersebut telah mewujudkan tauhid, maka Allâh Ta'âla menggantikannya dengan ampunan.

2. DOA DENGAN PENGHARAPAN
Allâh Ta'âla memerintahkan berdoa dan berjanji akan mengabulkannya.
Allâh Ta'âla berfirman:
(Qs Ghâfir/40:60)
Dan Rabbmu berfirman:
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu”.

(Qs Ghâfir/ 40:60)

Doa adalah ibadah. Doa akan dikabulkan apabila memenuhi kesempurnaan syarat dan bersih dari penghalang-penghalang. Kadangkala, pengabulan itu tertunda, karena sebagian syarat tidak terpenuhi atau adanya sebagian penghalangnya.
Di antara syarat dan adab terkabulnya doa adalah kekhusyukan hati, mengharapkan ijâbah dari Allâh Ta'âla , sungguh-sungguh dalam meminta, tidak menyatakan insya Allâh (Ya Allâh Ta'âla, kabulkanlah permintaanku bila Engkau menghendakinya-red), tidak tergesa-gesa mengharap pengabulan, memilih waktu-waktu dan keadaan yang mulia, mengulang-ulang doa tiga kali dan memulainya dengan pujian kepada Allâh Ta'âla dan shalawat, berusaha memilih makanan dan minuman yang halal dan lain-lain. Di antara permohonan terpenting yang dipanjatkan seorang hamba kepada Rabb-nya yaitu permohonan agar dosa-dosanya diampuni atau pengaruh dari pengampunan dosa seperti diselamatkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga.
Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wasallam bersabda kepada seseorang yang berujar: “Saya tidak mengetahui do'amu dengan perlahan yang juga dilakukan Mu’âdz.”
hadist
Permohonan kami di seputar itu. [3]

Maksudnya doa kami itu berkisar pada permohonan agar dimasukkan surga dan diselamatkan dari neraka.
Abu Muslim al-Khaulâni rahimahullâh mengatakan:
“Tidaklah datang kesempatan berdoa kepadaku,
kecuali saya jadikan doa itu permohonan agar dilindungi dari api neraka.”

3. ISTIGHFÂR (MEMOHON AMPUNAN)
Permohonan ampun ini merupakan pelindung dari adzab, penjaga dari setan, penghalang dari dari kegelisahan, kefakiran dan penderitaan, pengaman dari masa paceklik dan dosa; meskipun dosa-dosa seseorang telah menggunung sampai menyentuh langit.
Dalam hadits Anas bin Malik radhiyallâhu'anhu, Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wasallam bersabda bahwa Allâh Ta'âla berfirman :
hadist
hadist
“Wahai bani Adam,
sesungguhnya selama engkau masih berdoa dan berharap kepada-Ku,
maka Aku akan mengampunimu semua dosa yang ada padamu
dan Aku tidak akan peduli;
Wahai bani Adam, seandainya dosa-dosamu mencapai langit,
kemudian engkau memohon ampun kepada-Ku,
Aku akan mengampunimu dan Aku tidak peduli;
Wahai bani Adam,
seandainya engkau datang kepada-Ku
dengan membawa kesalahan seukuran bumi
kemudian engkau datang menjumpai-Ku
dalam keadaan tidak berbuat syirik
atau menyekutukanKu dengan apapun juga,
maka sungguh Aku akan datang kepadamu
dengan membawa ampunan seukuran bumi juga.

(HR. at-Tirmidzi)

Membaca istighfâr adalah penutup terbaik bagi berbagai amalan, umur, serta penutup majelis.

4. BERPUASA DI SIANG HARI DAN SHALAT MALAM KARENA IMAN, MENGHARAPKAN BALASAN PAHALA DARI ALLAH TA'ALA, IKHLAS SERTA DALAM RANGKA TAAT KEPADA ALLAH TA'ALA
Dia berpuasa bukan dengan niat mengikuti orang banyak, juga tidak untuk mendapatkan sanjungan orang, tidak untuk melestarikan adat atau supaya sehat; juga tidak berniat pamer serta tidak untuk mensukseskan urusan duaniawi. Dia juga tidak berniat untuk mendoakan keburukan yang tidak pantas buat seorang Muslim. Dia melaksanakan ibadah puasa terdorong oleh niat beriman kepada Allâh Ta'âla, merealisasikan ketaatan kepada-Nya dan mengharapkan pahala dari Allâh Ta'âla.
Dalam sebuah hadits dinyatakan :
hadist
Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan ingin mendapatkan pahala,
maka diampuni semua dosanya yang telah lewat.

(al-Bukhâri dan Muslim)
Alangkah luar biasanya seorang yang melaksanakan ibadah puasa lalu keluar dari ibadahnya dalam keadaan sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibundanya, yaitu tidak menanggung dosa dan berhati suci.
Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wasallam bersabda :
hadist
“Sesungguhnya Allâh mewajibkan puasa Ramadhân
dan saya menyunnahkan bagi kalian shalat malamnya.
Maka barangsiapa melaksanakan ibadah puasa
dan shalat malamnya karena iman dan karena ingin mendapatkan pahala,
niscaya dia keluar dari dosa-dosanya
sebagaimana saat dia dilahirkan oleh ibundanya."
[4]
Dengan melaksanakan semua ini berarti seorang Muslim telah menjaga waktu siangnya dengan puasa, memelihara waktu malamnya dengan shalat tarawih serta berusaha mendapatkan ridha Allâh Ta'âla.

5.
MELAKSANAKAN SHALAT MALAM PADA LAILATUL QADAR KARENA IMAN DAN INGIN MENDAPATKAN PAHALA
Lailatul Qadar adalah suatu malam yang Allâh Ta'âla muliakan, melebihi semua malam lainnya, suatu malam saat Allâh Ta'âla menurunkan kitab-Nya. Allâh Ta'âla berfirman :
(Qs al-Qadr/97:1)
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Qur‘ân) pada malam kemuliaan.
(Qs al-Qadr/97:1)

Allâh Ta'âla menjadikan Lailatul Qadar ini lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam ini para malaikat turun dan menjadikannya malam keselamatan dari segala keburukan dan dosa. Allâh Ta'âla mengkhususkan satu surat dalam al-Qur’ân yang membicarakan tentang malam ini. Orang yang terhalang dari berbagai kebaikan pada malam ini berarti dia terhalang dari semua kebaikan.
Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wasallam pernah mencari Lailatul Qadar ini pada seluruh hari pada bulan Ramadhân, karena Beliau Shallallâhu 'Alaihi Wasallam pernah beri’tikaf pada sepuluh hari pertama bulan Ramadhân, kemudian sepuluh hari kedua dan sepuluh hari terakhir. Orang yang ingin mendapatkan keberuntungan, maka dia akan antusias untuk melaksanakan shalat malam pada malam yang lebih baik dari delapan puluh tiga tahun dan empat bulan tersebut.
Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wasallam bersabda:
hadist
Barangsiapa melaksanakan shalat malam pada bulan Ramadhân
karena iman dan ingin mendapatkan pahala,
maka dia diampuni semua dosanya yang telah lewat.

(al-Bukhâri dan Muslim)

Untuk mendapatkan ampunan di malam itu, tidak disyaratkan untuk menyaksikannya secara langsung. Namun syaratnya adalah orang melakukan qiyamul lail sebagaimana tertuang dalam hadits tersebut.

6. BERSEDEKAH
Bersedekah termasuk salah satu qurbah (ibadah yang mendekatkan diri) yang agung di hadapan Allâh Ta'âla. Dengannya, seorang hamba memperoleh kebaikan, sesuai dengan firman Allâh Ta'âla:
(Qs Ali Imrân/3:92)
Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna),
sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai.
Dan apa saja yang kamu nafkahkan. sesungguhnya Allâh mengetahuinya.

(Qs Ali Imrân/3:92)

Dalam hadits Mu’âdz radhiyallâhu'anhu, Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wasallam bersabda:
hadist
“Maukah aku tunjukkan kepadamu pintu-pintu kebaikan?
Puasa adalah perisai.
Bersedekah itu menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api.
Dan shalat seseorang di kegelapan malam …”

(at-Tirmidzi no: 2541)
Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wasallam orang yang sangat dermawan. Dan Beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhân saat beliau berjumpa dengan malaikat Jibril. Saat itu beliau lebih berbaik hati daripada angin yang bertiup sepoi-sepoi. Di antara bentuk sedekah terbaik adalah memberi makan orang yang puasa (ifthârus shâim). Disebutkan dalam hadits:
hadist
“Barang siapa memberi buka puasa bagi orang yang puasa
maka ia memperoleh pahala sepertinya, tanpa mengurangi pahala orang itu sedikit pun.”

(HR. at-Tirmidzi dan dishahîhkan oleh al-Albâni)
Pahala orang yang bersedekah dilipat-gandakan sampai tujuh ratus lipat dan kelipatan yang lebih banyak lagi. Di bulan Ramadhân, penggandaan pahala itu semakin besar. Di antara pemandangan yang sangat menarik, antusiasme orang di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dan masjid-masjid lainnya untuk memberi buka puasa bagi kaum Muslimin di bulan Ramadhân.

7. MELAKUKAN UMRAH
Ibadah umrah termasuk faktor yang menggugurkan dosa-dosa.
Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wasallam bersabda:
hadist
“Ibadah umrah ke ibadah umrah (berikutnya) adalah penggugur dosa antara keduanya.
Dan pahala haji mabrur tiada lain adalah surga”

(al-Bukhâri no: 1650)
Umrah di bulan Ramadhân pahalanya lebih besar daripada di bulan-bulan lainnya. Dari Ibnu Abbâs radhiyallâhu'anhu, Nabi Shallallâhu 'Alaihi Wasallam sehabis pulang dari haji Wada’ berkata kepada seorang wanita dari Anshar bernama Ummu Sinân :
“Apa yang menghalangimu untuk berhaji (denganku).”
Ia menjawab: “Abu Fulan (suaminya) memiliki dua onta.
Salah satu dipakainya untuk berhaji dan yang lain untuk mengairi persawahan.”
Maka Nabi Shallallâhu 'Alaihi Wasallam bersabda kepadanya:
hadist
Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhân dapat mengganti haji bersamaku.”
(HR Bukhâri no 1863; Muslim no 3028)
Betapa besar keberuntungan orang yang umrah di bulan Ramadhân. Ia bagaikan berhaji bersama Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wasallam , seperti orang yang menyertai Beliau dalam ihram, sa'i dan thawaf dan seluruh manasik haji Beliau.

8. MENYEMPURNAKAN PUASA SEBULAN PENUH
Ada sekian banyak orang yang akan bebas dari api neraka di bulan Ramadhân, dan itu terjadi di setiap malam. Allâh Ta'âla menyempurnakan pahala orang-orang yang sabar tanpa perhitungan khusus.
Ada Ulama yang mengatakan:
perkataan ulama
Barang siapa berpuasa sebulan penuh dan meraih pahala sempurna,
dan berjumpa dengan malam lailatul qadar,
sungguh ia telah menggapai hadiah dari Allâh.

Semoga Allâh Ta'âla mengampuni dosa-dosa kita sekalian dan menutupi kekurangan-kekurangan kita dan memudahkan segala urusan kita.
(Diambil dari kitab Tadzkîrul Anâm Bidurûs ash-Shiyâm, karya Syaikh Sa‘d bin Sa‘îd al-Hajri, Dâr Ibnul Jauzi hlm 265-272.)

[1]
Penulis kitab Nadhratun Na’îm (10/5014) berkata : Hadits ini dikeluarkan al-Hâkim dalam Al-Mustadrak (4/154) dan berkata: "Hadits ini shahîh sanadnya, namun imam al-Bukhâri dan Muslim tidak mengeluarkannya". Imam adz-Dzahabi menyetujui hal ini. (Dishahîhkan al-Albâni dalam Shahîh at-Targhîb wat-Tarhîb).
[2]
HR at-Tirmidzi kitab Iman bâb Mâ Jâ‘a Fîman Yamûtu Wahuwa Yasyhadu An Lâ Ilâha Illallâh dan dishahîhkan al-Albâni dengan no. 2639
[3] Dishahîhkan oleh Syaikh al-Albâni dalam Shahîhul Jâmi’ no. 3163
[4] Penyusun kitab Nadhratun Na’îm mengatakan : Diriwayatkan oleh Imam an-Nasî’i 4/158 dan lafazh ini adalah lafazh imam an- Nasâ’i; diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad 1/191. Syaikh Ahmad Syâkir mengatakan : “Sanad hadits ini shahîh.”


JADWAL UMRAH DI BULAN RAMADHAN 1435 H / 2014
BERSAMA PT ARMINAREKA PERDANA
PENYELENGGARA PERJALANAN IBADAH UMRAH & HAJI PLUS

UMROH AWAL& TENGAH RAMADHAN (9 hari) 
Sekamar 4 pax - USD 2550, 3 pax - USD 2600, 2 pax - USD 2650
Tgl 1,3,4,5,6,7,12,13,14 Juli

UMROH LAILATUL QADR (15 hari)
Sekamar  4 pax - USD 3850, 3 pax- USD 4100, 2 pax- USD 4350
Tgl 16,17 Juli

UMROH FULL RAMADHAN (30 hari)
Sekamar 4 pax - USD 4200, 3 pax - USD 4700 , 2 pax - USD 5200

Hotel : Mekah :Mira AjyadDar El Eiman GrandAl MuhajirinDar Al Eiman Al khalilDar Al Eiman AjyadAl MassaMadinah :Madinah MubarokDallah taibahFayruz ZattaMubarak Masyi.
INFORMASI & PENDAFTARAN :
ANTO WP
081220472006 - 08122196501
PIN BB : 28BC9D5A
0 komentar

Tidak cukup Niat saja tanpa ada aksi, tidak cukup hanya berdo'a saja jika tidak ada aksi meski hanya sedikit, Allah ingin melihat dan merasakan kesungguhan dari keinginan kita dengan aksi. Sayang seringnya kita tidak menyadari tentang bagaimana Permohonan Do'a itu bisa Mustajab. Do'a-do'a akan semakin cepat terkabulkan apabila dilakukan aksi di barengi dengan memajukan sesama, bersedekah sebanyak mungkin. Sisa dari beraksi adalah penantian, jangan sampai kita lelah menanti, banyaknya ujian itu ada pada saat kita menanti-nanti do'a terkabul dan do'a-do'a masih terhadang ujian kesabaran atau mungkin masih terhalangi dosa-dosa yang belum dibersihkan oleh Allah.
Maka dari itu sahabatku, perbanyaklah berdo'a untuk memohon ampun dan meminta apa yang diinginkan kepada Sang Maha Kaya.
Namun adakalanya do'a itu harus dibarengi dengan Usaha, contohnya do'a untuk memohon bisa berangkat ke Baitullah, tambahkan permohonan itu, bahwa saudaraku ingin memberangkatkan orang tua juga, bersama istri/suami, anak-anak, bahkan seluruh anggota keluarga lainnya. Kemudian lakukan aksi dengan membayar DP kepada Travel Umroh Haji pilihan anda. Bagaimana jika uang anda tidak cukup, upayakan dengan mengawali dari menabung.
Nha...di PT. Arminareka Perdana, perusahaan travel Umroh dan Haji Plus yang sudah berpengalaman selama 23 tahun, memberikan solusi bagi calon Jama'ah yang kesulitan dalam hal ekonomi untuk berangkat ke Tanah Suci.
PT. Arminareka Perdana cukup menerima tanda jadi dengan pembayaran DP Umroh sebesar Rp 3,500,000. Menurut saya sangat murah sekali, dengan DP tersebut, PT Arminareka Perdana menukarkannya dengan Voucher senilai $ 350 USD, walaupun nilai dollar saat ini sedang tinggi, DP yang dibayarkan oleh anda tetap senilai Rp 3,500,000 dan mendapat Voucher senilai $ 350 USD,  hal ini sangat menguntungkan anda saudaraku.
Apa yang dimaksud Voucher senilai $ 350 USD itu ?
Voucher yang diterbitkan oleh PT Arminareka Perdana adalah sebagai Pengurang biaya Paket Umrah yang harus dibayar pada saat keberangkatan.
Contoh :
    Paket Umrah                 $ 2,150
    Voucher DP                   $ 350
    Sisa Pembayaran          $ 1,800 + Airport Tax Handling dan perlengkapan Rp 750,000
Voucher ini nilainya tidak akan bertambah dan tidak akan berkurang dan juga tidak ada batas waktu, serta bisa dipindah tangankan atau diperjual belikan tetapi tidak bisa diuangkan kepada PT. Arminareka Perdana. Voucher ini juga bisa dihibahkan, maksud dihibahkan disini adalah apabila voucher tersebut akan difungsikan oleh pihak yang dihibahkan menjadi usaha atau disedekahkan misal ke mesjid, maka nama jama'ah pada voucher yang tertera harus diganti dengan nama yang di hibahkan, PT. Arminareka Perdana menetapkan biaya untuk penghibahan Voucher senilai Rp 150,000.- per voucher.



Apabila Voucher ini sudah saudaraku pergunakan, anda tetap bisa menjalankan hak usaha anda sebagai Agent dan tetap mendapatkan komisi yang sudah ditetapkan dari PT. Arminareka Perdana. Namun bagi saudaraku yang menjalankan kemitraan, sebaiknya voucher yang anda miliki jangan di gunakan semua, anda sisakan untuk ketentuan dalam mendapatkan Reward dan Bonus-bonus besar lainnya dari hasil Pembinaan anda terhadap Jama'ah dari Grup yang anda miliki dan anda kembangkan.


Voucher yang anda miliki dapat anda wariskan untuk anak keturunan dan mereka dapat meneruskan Usaha kemitraan anda. Luar Biasa Saudaraku, anda bayangkan saja, bagaimana dengan modal yang minim bisa memiliki Travel Umroh dan Haji Plus, anda tidak ditarget harus memberangkatkan Jama'ah dalam jumlah tertentu, meski anda mendapatkan satu orang Jama'ah, anda tetap bisa memberangkatkan mereka, karena anda Penyelengga Umroh dan Haji Plus yang memiliki Legalitas Usaha lengkap dari berbagai Lembaga.


Segeralah bergabung bersama para Laskar Baitullah, syiarkan Baitullah, anda akan mendapat banyak Barokah, menjadi Kaya dan Sehat karena silaturahmi dan syi'ar. Insya Allah. Buktikan Niat anda kepada Allah SWT dengan diawali Niat kemudian aksi kan melalui Pembayaran DP Umroh Rp 3,500,000 atau DP Haji Rp 5,000,000, setorkan uang tersebut melalui Account atas nama PT. Arminareka Perdana.




Salam Baitullah, Allahu Akbar

Untuk Info dan Pendaftaran Hubungi :

Anto Widyanto, SE
Telp: 02292234356/081220472006/081809160185
PIN: 28BC9D5A







0 komentar


Saudara ku disini saya mencoba menerangkan Hak-hak apa saja yang didapat setelah bergabung Kemitraan, juga berapa besar nya Penghasilan anda sebagai Perwakilan dari PT. Arminareka Perdana.

PERWAKILAN :
1. Modal
Modal yang dikeluarkan untuk menjadi agen adalah mulai dari Rp. 1.100.000,- hingga Rp. 1.500.000,- per-AGEN (Harga Special) dan mendapat Voucher Umroh senilai US$ 350. Jadi Anda hemat Rp. 2 jt hingga Rp. 2,4 jt.
2. Fasilitas
Fasilitas/Support Perusahaan kepada Perwakilan lebih banyak dan lebih lengkap.
3. Potensi Penghasilan
Penghasilan yang bisa diraih jauh LEBIH BESAR dan LEBIH CEPAT
Untuk detailnya tentang Perwakilan bisa dibuka di bagian Perwakilan.

POTENSI PENGHASILAN
Sekarang kita bahas potensi yang bisa didapatkan sebagai seorang AGEN :
Dengan mendaftar sebagai Calon Jama’ah Umroh / Haji Plus walau hanya membayar DPnya saja, anda sudah diangkat sebagaiAGEN PT. Arminareka Perdana. Dan anda mempunyai Hak Usaha.
Hak usaha diberikan oleh PT Arminareka Perdana kepada setiap jama’ah untuk memasarkan produk Umroh & Haji Plus, apabila Anda sukses mengajak jama’ah lainnya untuk bergabung/mendaftar di PT Arminareka Perdana maka secara otomatis Anda akan mendapatkan bagi hasil berupa komisi yang akan dibayarkan di setiap hari Kamis/Jum’at.

Macam-macam Komisi yang disediakan :
1. Komisi Referensi Langsung
Komisi yang anda dapatkan ketika bisa mengajak orang untuk mendaftar Umroh / Haji Plus, komisi untuk Umroh = Rp. 1.500.000,- dan komisi untuk Haji Plus Rp. 2.500.000,-

2. Komisi Pasangan
Komisi yang Anda dapatkan ketika ada Group A berpasangan dengan Group B = Rp. 500.000,- dan Group B berpasangan dengan Group C = Rp. 500.000,-
Anda hanya boleh membuat 3 Group saja untuk setiap 1 Hak Usaha, jika ada Group yang ke 4 harus dititipkan kepada Group yang sudah ada. Di setiap level akan selalu ada maksimal 2 pasangan, sehingga komisi pasangan per-level maksimal Rp. 500.000,- x 2 pasang = Rp. 1.000.000,- untuk setiap 1 Hak Usaha. Bagaimana jika Anda adalah Perwakilan yang mempunyai minimal 13 Hak Usaha…?

3. Komisi Royalti
Komisi yang akan Anda dapatkan jika orang yang langsung di bawah Anda bernama A,B dan C (Frontline) mempunyai Komisi Pasangan. Nilai Komisi Royalti adalah Rp. 1.000.000,- per-Pasang. A,B dan C masing-masing mempunyai maksimal 2 pasangan perlevel, maka Anda berhak mendapat Komisi Royalti dari A,B dan C sebesar: 2 x Rp. 1.000.000 = Rp 2.000.000/level. Jadi dari A,B dan C Anda berhak mendapatkan Komisi Royalti Rp. 2.000.000 x 3 Group = Rp. 6.000.000,- per-level untuk setiap 1 Hak Usaha. SEKARANG, Bagaimana jika Anda adalah Perwakilan yang mempunyai minimal 13 Hak Usaha…? Berarti Anda mempunyai potensi penghasilan minimal 13 Kali dari nilai di atas.

4. Komisi Reward I
Komisi ini diberikan untuk setiap 1 Hak Usaha pada tahun Pertama dengan batas waktu yg telah ditentukan. Jika Tahun Pertama Anda tidak mendapatkan Reward SAMA SEKALI maka Anda diberi kesempatan untuk meraihnya di Tahun Kedua, jika masih belum bisa diberi waktu lagi di Tahun Ketiga dan seterusnya. Komisi Reward I berjumlah Rp. 227.500.000,- berlaku untuk 1 Hak Usaha. SEKARANG, Bagaimana jika Anda adalah Perwakilan yang mempunyai minimal 13 Hak Usaha…? Berarti Anda mempunyai potensi penghasilan minimal 13 Kali dari nilai di atas.

5. Komisi Reward II
Komisi ini diberikan untuk setiap 1 Hak Usaha pada tahun Kedua dg batas waktu yg telah di tentukan. Jika Tahun Kedua anda tidak mendapatkan Reward SAMA SEKALI maka anda diberi kesempatan untuk meraihnya di Tahun Ketiga, jika masih belum bisa diberi waktu lagi di Tahun Ke-empat dan seterusnya. Komisi Reward II sejumlah Rp. 1.125.000.000,- berlaku untuk 1 hak Usaha.SEKARANG, Bagaimana jika Anda adalah Perwakilan yang mempunyai minimal 13 Hak Usaha…? Berarti Anda mempunyai potensi penghasilan minimal 13 Kali dari nilai di atas.

6. Santunan untuk Program Kesejahteraan Jama’ah (PKJ = PLAN B)
Santunan yang diberikan kepada Anda jika Anda membeli Voucher yang kedua dengan cara cash ataupun dipotong komisi. Voucher yang kedua harganya lebih murah yaitu Rp. 2.500.000,- dan Anda tetap mendapatkan voucher senilai US$ 350. Untuk bisa masuk ke Program Kesejahteraan Jama’ah ini Anda sebelumnya harus sudah terdaftar di Program PLAN A (Program Reguler di atas)

7. Komisi Program Kesejahteraan Jama’ah
KKomisi ini diberikan jika jama’ah-jama’ah Anda sudah masuk ke Program Kesejahteraan Jama’ah dengan jumlah yang telah di syaratkan. Nilai Komisi yang disiapkan untuk anda adalah sebesar Total Rp. 1.600.000.000 dan bisa anda raih TANPA BATAS WAKTU, untuk setiap Hak Usaha. . SEKARANG, Bagaimana jika Anda adalah Perwakilan yang mempunyai minimal 13 Hak Usaha…? Berarti Anda mempunyai potensi penghasilan minimal 13 Kali dari nilai di atas.

Berikut adalah penjelasan detail dari program di atas :



Jika anda berhasil mereferensi 3 orang calon jama’ah dan dibentuk formasi standar maka Anda akan mendapat komisi sebagai berikut :



Perusahaan membatasi Anda membuka hanya 3 Group/kelompok saja, sehingga jika Anda bisa mereferensikan lebih dari 3 orang maka harus Anda titipkan kepada jama’ah-jama’ah yang ada di bawah Anda. Tetapi Komisi Referensi (Rp. 1.500.000,-) tetap untuk Anda. Tujuannya adalah pemerataan kesempatan dan hasil. Contoh :



Jadi jika Anda mengajak lebih dari satu orang dan Anda susun seperti di atas, maka hasil yang bisa Anda dapatkan adalah sebagai berikut :



Dengan konsep Mudhorobah/Bagi Hasil ini pula, kita bisa membantu Masjid, Sekolah, Panti Asuhan, Pondok Pesantren, Yayasan, Organisasi ataupun LSM, agar mempunyai kemandirian dana. Sehingga untuk membangun Masjid atau Biaya Operasional tidak perlu meminta-minta bantuan di pinggir jalan.

Caranya....
Dengan mendaftarkan Masjid atau lembaga sosial/swadaya masyarakat lainnya untuk menjadi Agen / Perwakilan.
Sehingga Masjid atau lembaga sosial/swadaya masyarakat lainnya punya sumber penghasilan dan menjadi lebih makmur tanpa mengharap bantuan dari jama’ahnya...



Insya Allah, ini akan menjadi Berkah buat kita dan seluruh umat Islam di dunia ini. Karena kita membantu Masjid – Masjid menjadi lebih MAKMUR...

Struktur Marketing Plan yang lengkap adalah sebagai berikut :



Di level Pertama :
Anda mengajak 3 orang teman, anda akan mendapat Komisi sebesar Rp 5,5 jt. Yaitu komisi yang didapatkan dari Komisi referensi langsung dan komisi pasangan.
Di level Kedua:
Anda membantu 3 orang jama’ah Anda agar mempunyai jama’ah masing-masing 3 orang, Anda akan mendapatkan komisi Rp. 7.000.000,- tanpa Anda melakukan perekrutan sendiri. Nilai itu didapatkan dari Komisi Pasangan yaitu sebesar Rp. 500.000,- x 2 jalur = Rp. 1.000.000,- dan Komisi Royalti dari Group A, Group B dan Group C yang masing-masing nilainya Rp. 2.000.000,- (Total Royalty = Rp. 6.000.000,-). Sehingga di level 2 ini Anda menerima Total Komisi : Rp. 7.000.000,-
Di level Ketiga :
Anda akan menerima Total Komisi seperti di level Kedua. Dan di SETIAP level Anda akan menerima
Rp. 7.000.000,- TANPA BATAS LEVEL......
Ini berlaku sedalam-dalamnya TANPA BATAS LEVEL....
Itu jika Anda mempunyai 1 Hak Usaha (AGEN), coba bayangkan jika Anda adalah PERWAKILAN yang mempunyai Hak Usaha lebih dari satu. Berapa POTENSI penghasilan yang akan Anda terima...???


Komisi ke 4 : Komisi Reward I (Pertama)
Disediakan untuk anda di tahun Pertama, dengan batas waktu yang telah ditentukan. Jika tidak berkesempatan mendapatkannya, anda diberi kesempatan untuk tahun berikutnya dan seterusnya.....
Nilai yang disediakan untuk tahun Pertama adalah : Rp. 227.500.000,- berlaku untuk 1 Hak Usaha (Agen). Coba bayangkan jika Anda adalah PERWAKILAN.... maka potensi penghasilan yang Anda terima adalah Rp. 227.500.000,- x Jumlah Hak Usaha Anda.
 


Komisi ke 5 : Komisi Reward II (Kedua)
Disediakan untuk Anda di tahun Kedua, dengan batas waktu yang telah ditentukan. Syaratnya, Anda pernah mendapat Reward I (Pertama).
Jika tidak berkesempatan mendapatkan Reward II (Kedua), Anda diberi kesempatan untuk tahun berikutnya dan seterusnya.....
Nilai yang disediakan untuk tahun Kedua adalah : Rp. 1.125.000.000,- berlaku untuk 1 Hak Usaha (Agen). Coba bayangkan jika Anda adalah PERWAKILAN.... maka potensi penghasilan yang Anda terima adalah Rp. 1.125.000.000,- x Jumlah Hak Usaha Anda.

Gambar diatas Reward di tahun 2012


Komisi ke 6 : Santunan untuk Program Kesejahteraan jama’ah (Plan B)
Plan B adalah sejenis Belanja Ulang untuk pembelian Voucher yang kedua. Harga vouchernya lebih murah yaitu Rp. 2.500.000,- (hemat 1 juta) dan mendapatkan voucher senilai US$ 350,-. Pembelian Voucher ke-2 ini bisa dibayar cash atau diangsur dari pemotongan komisi kita sebesar Rp. 250.000,- sebanyak 10 kali.



Komisi ke 7 : Komisi Program Kesejahteraan Jama’ah
Komisi yang diberikan kepada Anda, jika jama’ah-jama’ah Anda telah mengikuti Plan B dengan jumlah sesuai yang disyaratkan. Total Dana PKJ yang disediakan untuk Anda adalah sejumlah : Rp. 1.600.000.000,- berlaku untuk 1 Hak Usaha (Agen). Coba bayangkan jika Anda adalah PERWAKILAN yang mempunyai lebih dari 1 Hak Usaha. Dan Luar Biasanya ini dapat Anda raih tanpa batas waktu, artinya Anda PASTI mendapatkannya jika Anda konsisten menjalankan usaha ini.



Marketing Plan di atas berlaku untuk 1 Hak Usaha, Bagaimana jika Anda mengambil posisi sebagai PERWAKILAN....?

Tentu hasilnya JAUH LEBIH BESAR...

Perbedaan Sistem Mudlorobah/Bagi Hasil Arminareka Perdana Vs MLM (Multi Level Marketing)

PERBEDAAN 
MULTI LEVEL MARKETING
PROGRAM SOLUSI ARMINA
PRODUK
Produk MLM biasanya spesial atau unik atau tidak diproduksi oleh perusahaan lain, sehingga untuk mendapatkan produk tersebut harus melalui perusahaan tidak bisa ke lain.
Arminareka Perdana Produknya perjalanan umroh dan haji plus yang tidak khusus Arminareka Perdana saja yang menyelenggarakan, perusahaan lain juga menyelenggarakannya.
HARGA
Harga biasanya terbagi 2 yaitu ada harga konsumen dan harga distributor ketika menjadi anggota.
Mempunyai 1 Harga, baik Anda sebagai Agen maupun hanya mau berangkat ibadah saja; Biaya Umroh/Haji Plusnya sama
TUTUP POINT
Ada tutup point yaitu kewajiban membeli produk per bulan, kalau tidak mencapai tutup point bonus di bulan itu tidak keluar.
Arminareka Perdana tidak ada tutup point, karena sistem komisi, ketika mereferensikan jamaah dapat komisi, kalau tidak bisa berharap dari yang tidak disangka-sangka.
KEPANGKATAN/LEVEL
MLM biasanya ada level level kepangkatan berdasarkan syarat-syarat tertentu, misal, agen-distributor-manajer-direktur, dst.
Di Arminareka Perdana tidak ada, perbedaannya hanya ada yg jadi JAMAAH BIASA dan ada yang jadi PERWAKILAN.
JANGKA WAKTU
MLM biasanya produknya ada kadaluarsanya.
Arminareka Perdana produk umroh dan haji plusnya tanpa batas waktu. DP yang sudah dibayarkan berlaku tanpa batas waktu.
KEBUTUHAN
MLM biasanya produk konsumsi.
Arminareka Perdana memfasilitasi calon jamaah untuk beribadah umroh/haji plus.


Jadi sistem Mudhorobah PT. Arminareka Perdana Bukanlah MLM, meskipun gambar penjelasannya dalam bentuk Sistem Jaringan, kaki-kaki atau pohon jaringan


SEGERA BERTINDAK!!!!

Informasi hubungi Anto Widyanto, SE
Tlp 02292234356 - 08122196501
What'sapp 08122196501
PIN 28BC9D5A



0 komentar